PT Aplus Pacific Lebak: Deteksi Air Tanah Geolistrik

Laporan Survei · Lebak

PT Aplus Pacific di Nameng, Kecamatan Rangkasbitung, Lebak, membutuhkan sumber air tanah yang bisa mendukung kebutuhan operasional di lokasi mereka. Sebelum pengeboran dijadwalkan, pihak perusahaan memilih untuk melakukan deteksi air tanah terlebih dahulu. Tim kami turun ke lapangan pada 19 Oktober 2026, di koordinat -6.335677, 106.303662, elevasi 33 mdpl. Kawasan Rangkasbitung sebagai pusat Lebak memang sudah berkembang pesat, tapi soal kondisi geologi bawah tanah, tetap perlu dikaji per titik sebelum memutuskan di mana sumur akan dibuat.

Tim membaca peta geologi area ini sebelum alat dipasang, dan gambaran awal yang muncul perlu dipahami dengan baik sebelum ekspektasi pengeboran dibangun.

Akuifer Tufaan di Nameng, Lebak

Lapisan bawah tanah di lokasi PT Aplus Pacific tersusun dari batuan volkanik berumur Kuarter, terdiri dari tufa, tufa batuapung, dan batupasir tufaan. Material ini terbentuk dari endapan abu dan material gunungapi yang sudah terkonsolidasi, dan karakternya berbeda dari endapan aluvial biasa yang lebih mudah menyimpan air dalam volume besar.

Akuifer di sini tergolong produktif kecil, setempat berarti. Keterusan lapisannya rendah, meski kelulusannya sedang hingga tinggi di zona tertentu. Perkiraan debit yang bisa diperoleh dari titik yang tepat hanya sekitar 0,5 hingga 3 liter per detik. Untuk kebutuhan industri atau pabrik yang memerlukan pasokan air besar secara kontinyu, angka ini memang terbatas. Tapi sebagai sumber cadangan atau pelengkap, sumur bor tetap bisa memberikan nilai tambah jika titiknya ditempatkan dengan tepat berdasarkan data survei.

Sebarannya tidak merata di seluruh area, dan itulah yang membuat geolistrik air tanah menjadi langkah yang tidak bisa dilewatkan di jenis akuifer tufaan seperti di Lebak bagian ini.

PT Aplus Pacific Lebak: Deteksi Air Tanah Geolistrik

Pengukuran Lapangan dengan ADMT 300HT2

Pengukuran dilakukan menggunakan ADMT 300HT2, yang memadukan elektroda resistivitas dengan sensor elektromagnetik dan mampu mendeteksi kondisi bawah tanah hingga 100 sampai 300 meter. Data dipantau langsung di lapangan lewat koneksi wireless ke tablet, dengan visualisasi penampang 2D dan 3D yang tersedia otomatis dari sistem. Produsen mengklaim akurasi deteksinya 95%, meski di lapisan tufaan dengan keterusan rendah seperti ini, interpretasi data memerlukan ketelitian yang lebih dibanding akuifer aluvial yang lebih seragam.

Proses di lahan PT Aplus Pacific berjalan tanpa hambatan teknis yang berarti. Area yang tersedia cukup memadai untuk pemasangan konfigurasi elektroda. Data yang masuk menunjukkan variasi resistivitas yang bisa dibaca, dan tim mengidentifikasi zona yang secara relatif paling prospektif untuk dijadikan titik deteksi sumur bor.

Ilustrasi PT Aplus Pacific Lebak: Deteksi Air Tanah Geolistrik

Rekomendasi Titik Bor dan Catatan Biaya

Berdasarkan analisis data lapangan, tim merekomendasikan titik pengeboran pada zona dengan anomali resistivitas paling sesuai dengan indikasi lapisan jenuh air di batuan tufaan setempat. Laporan teknis lengkap diserahkan kepada pihak perusahaan disertai penjelasan tentang ekspektasi debit yang realistis.

Untuk referensi, biaya survei geolistrik di Lebak yang kami kenakan berkisar Rp3.000.000 sampai Rp5.000.000 per titik, belum termasuk transportasi dan akomodasi ke lokasi. Perusahaan, pabrik, atau fasilitas industri lain di Lebak yang ingin memastikan potensi air tanah sebelum mengebor, hubungi kami untuk konsultasi dan penjadwalan survei.

← Kembali ke daftar artikel